0811-608-1114 & 081269952111 Pin BB : 54149A82[email protected]

Anak Medan Ciptakan Kaleng Jadi Gas

Anak medan yang dimaksud adalah pelajar SMP Negeri 16 Medan, Raihan Sultan, berhasil menciptakan gas dari aluminium bekas kaleng minuman ringan. Pelajar kelas VII ini, menyebut gagasannya dipicu oleh mahalnya harga LPG di pasar.

“Waktu itu harga gas mahal sekali. Saya terpikir membuat gas yang berbiaya murah,” terang Raihan saat mendemontrasikan penemuannya di
SMP N 16 Medan, Jalan Karya II No. 3 Medan, Jumat (22/5).

 

anak medan smp 16Lebih lanjut Raihan mengatakan penemuannya didasarkan teori perubahan wujud benda. Ia menggunakan campuran soda api, aluminium bekas kaleng minuman ringan dan air sebagai bahan baku. Peralatan yang digunakan juga terbilang sederhana yaitu jerigen air berukuran lima liters, selang plastik dan selang besi. “Hanya dibutuhkan tiga menit untuk mengubah potongan aluminium menjadi gas,” tegasnya.

Provincial Communication Spesialist USAID PRIORITAS Sumatera Utara Erix Hutasoit menyebut penemuan Raihan sebagai dampak positif dari pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL). SMP N 16 Medan dan USAID PRIORITAS mengembangkan CTL untuk mendorong anak melakukan penemuan yang relevan dengan kebutuhan terkini.

“Dalam metode CTL, peran guru adalah memicu daya kreasi siswa. Guru harus mendesain pembelajaran yang mampu membuat siswa menciptakan
penemuan-penemuan. Untuk itulah kami melatih dan memperkuat kapasitas guru-guru di SMP N 16 Medan,” tukasnya.

Pada Senin (25/5), Raihan mendemontrasikan penemuannya di Universitas Negeri Medan. Ia bersama rekan-rekannya akan berbicara di hadapan
Kepala LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) se Indonesia dalam acara Road Show Penjaminan Mutu Pendidikan. Mereka akan menunjukkan dampak positif dari pembelajaran kontekstual. Kegiatan ini difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Program USAID Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students (USAID PRIORITAS) adalah program lima tahun yang didanai oleh United States Agency for International Development (USAID).

Program ini didesain untuk membawa pendidikan kelas dunia kepada banyak siswa di Indonesia. Di Sumut USAID PRIORITAS bekerja di 15 kabupaten/kota (Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Sibolga dan Nias Selatan) dan 2 Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) yaitu Universitas Negeri Medan dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara. Program ini memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 160 ribu siswa.