0811-608-1114 & 081269952111 Pin BB : 54149A82[email protected]

Guru Dapat Ilmu Baru Tentang Cacingan

Petugas dari piskesmas Kedai Durian di Medan dengan sigap memeriksa satu per satu siswa-siswa Taman Kanak-Kanak Nurul Azzizi, Jalan STM Ujung Medan. Mulai dari berat badan, gusi, lingkar kepala, lingkar pinggang dan tinggi badan. Kesemua pemeriksaan kesehatan, juga disampaikan seminar mengenai penyakit kecacingan.

2015-02-15 10.10.22

Upaya sosialisasi ini adlah bagian dari Kampanye Gerakan Aku Bebas Cacingan (ABC) yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Medan dan Konvermex. Secara signifikan, pervalensi kecacingan anak di medan tidaklah tinggi. Walaupun begitu, menghindari dampak yang lebih besar bersama Konvermex mengampanyekan kegiatan bebas cacingan ke sekolah-sekolah dengan memberikan penyuluhan, sosialisasi kepada anak, guru, dan orang tua siswa. Dengan adanya seminar dan praktik langsung dapat mendeteksi secara dini gejala cacingan.

Untuk itu diperlukan pola hodup bersih oleh anak-anak sekolah sejak dini dan perlu ditekankan bahwa dengan terus memantau tumbuh kembang anak dapat diketahui apakah ada gejala cacingan, setelah itu lakukan langkat yang tepat untuk penanganan penyakit cacingan.

Cacing yang sering terdapat pada manusia ada 3 jenis, diantaranya cacing kremi, cacing tambang dan cacing pita. Cacing tambang adalah yang paling berbahaya dan dapat memberikan dampak dampak buruk pada anak, mulai dari anemia, gizi buruk, penurunan kecerdasan anak, bahkan tidak mungkin berakhir dengan kematian.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ada dua langkah yang perlu dilakukan yaitu menerapkan pola hidup bersih dan memakan obat cacing. Pola hidup bersih seperti memotong kuku sekali seminggu, mencuci bersih bahan makanan dengan desinfektan, menggunakan alas kaki jika bepergian.Selain itu, juga mengkonsumsi obat cacing enam bulan sekali. Oleh sebab itu pola hidup bersih sudah harus kita mulai dari keluarga masing-masing dengan menerapkan cara-cara seperti yang sudah dijelaskan diatas..