0811-608-1114 & 081269952111 Pin BB : 54149A82[email protected]

Kuliner Jawa Wedang Ronde Di Medan

Satu lagi anak medan yang bernama Tetty Juliana Diharja warga Pasar 2 Ringroad Medan, memperkenalkan Wedang Ronde yang biasanya ada di Pulau Jawa sebagai tambahan bagi koleksi kuliner Medan. Usaha tersebut kata Tetty, berawal sejak 6 bulan yang lalu
sepulang Tetty dan suami berlibur ke Jogja.

Setelah dibuat dan dicoba sendiri oleh Tetty di Medan, dan ternyata memang cukup enak, akhirnya Tetty mencoba membisniskan Wedang Ronde tersebut yang dimulai dengan modal awal Rp 7-10 Juta.

“Alhamdulillah setelah beberapa bulan dibuka, omset yang saya dapatkan sekitar Rp 5-7 Juta per bulan dari satu outlet di Komplek Tasbih 2 Ringroad,” ujar Tetty.

Kata Tetty, melihat antusiasme pengunjung-pembeli yang cukup tinggi di satu outlet Wedang Rondenya, akhirnya Tetty melirik peluang baru dengan sudah membuka outlet baru di Centre Point Mall dan seputaran Jalan Setia Budi.

wedang ronde di medan

Selain dipasarkan melalui beberapa outlet, rupanya Tetty juga melirik kecanggihan zaman yang menerapkan teknologi telepon pintar (smartphone). Makanya, dia juga memasarkan dagangannya lewat Facebook dan Instagram @Wedang Ronde Medan.

Disadari wanita berjilbab ini, dia masih berstatus pemain baru di dunia bisnis dan UKM di Medan masih terus memerlukan promosi, makanya di setiap ada pameran, dia selalu berusaha untuk turut serta.

Saya sering mengikuti pameran sejak awal membuka usaha ini, seperti Bazaar Anak Medan di Mall Focal Point (Maret-Mei 2015), Medan Enterpreuner Week Mall Hermes Place (29-31 Mei 2015), juga pembukaan Ringroad City Walks Mall pada 27 Mei 2015.

Adalah sebuah kejutan baginya kata Tetty lagi, ketika mengikuti pameran di Hermes, berkat dagangannya yang habisnya sangat cepat, dia mendapat penghargaan sebagai Innovative Booth Award di Medan Enterpereuner Week Hermes Place Mall tersebut.

Selain Wedang Ronde, minuman air jahe yang berisi kacang tanah sangrai, agar-agar juga kolang kaling yang hangat, Tetty juga menyediakan Konde Langit (Kombinasi Wedang Ronde dan Lemon) yang dingin dan beraneka macam pulut sebagai pelangkap sajiannya yang diyakini dapat mengobati kerinduan masyarakat Jawa yang tinggal di Medan.

“Sebagai pelengkap, setahu saya Wedang Ronde dimakan bersama pulut. Di outlet saya juga tersedia. Perpaduan sajian ini yang disukai pelanggan saya yang kebanyakan orang dari Pulau Jawa,” ujarnya.

Mengenai respon masyarakat Medan sejauh ini kata Tetty sangat baik. Dan dia juga berharap, dengan dibuka outletnya di beberapa tempat lagi, dapat menambah koleksi kuliner Medan.

“Respon orang Medan sendiri sejauh ini sangat positif. Saya harap, beberapa bulan ke depan masyarakat Medan akan semakin mengenal Wedang Ronde,” tutup Tetty.