0811-608-1114 & 081269952111 Pin BB : 54149A82[email protected]

Lapangan Merdeka Titik Nol Kota Medan

Lapangan merdeka di kota medan ditetapkan oleh Pemerintah Kota Medan sebagai titik nolnya kota Medan. Status ini menjadikan keberadaan Lapangan Merdeka sangat penting. Tak sekedar bernilai sejarah dan saksi perjalanan Medan, tapi juga menjadi cermin karakteristik kota ini. Lapangan Merdeka adalah representasi wajah kota Medan. Itulah ada istilah mau kenal kota medan berkunjunglah dulu ke Lapangan Merdeka Medan. Lapangan Merdeka ditetapkan sebagai titik nol Kota Medan oleh Gemeente Medan. Penetapan ini mengikut kebiasaan di Belanda dan Eropa karena Lapangan Merdeka adalah pusat perdagangan dan aktivitas kota yang disekitarnya berdiri bangunan dan kantor penting, seperti balaikota, bank, hotel, kantor pos, stasiun kereta api, dan kantor perusahaan. Kondisi terkini lapangan merdeka Medan sebagai pusat kuliner di malam hari dan sarana olahraga serta tempat bermain anak-anak atau taman anak-anak.

Latar belakang sejarah terbentuknya Lapangan Merdeka

Pada masa pendudukan Belanda, Lapangan Merdeka disebut esplanade. Esplanade artinya lapangan terbuka yang terletak di dekat balaikota. Pada masa penjajahan Jepang esplanade dinamakan Fuku Raidu. Setelah pengumuman proklamasi kemerdekaan RI kepada masyarakat Sumatera Timur pada 6 Oktober 1945 oleh Mr. Muhammad Hasan dan penurunan bendera Jepang diganti dengan pengibaran Merah Putih, lapangan ini pun dinamakan Lapangan Merdeka. Untuk mengenang peristiwa heroik ini didirikan Monumen Proklamasi di sisi timur.

Menurut catatan sejarah, esplanade mulai berfungi sebagai alun-alun kota pada tahun 1885. Di tempat ini pertama kali pasar malam digelar di Medan, yakni tahun 1908. Situs ini pun pernah dinamai Taman Burung karena banyaknya burung gereja yang hinggap setiap sore di reranting pepohonan rindang di sekililing lapangan. Di tempat itu pulu dulu rutin di gelar pertunjukan musik oleh tentara setiap minggu untuk menghibur masyarakat.Lapangan Merdeka juga menjadi lokasi demonstrasi rakyat menuntut kemerdekaan Indonesia dan penolakan kedatangan pasukan Inggris. Seiring waktu, Lapangan Merdeka kini digunakan sebagai tempat upacara kebangsaan seperti peringatan proklamasi, lokasi kegiatan MICE dan budaya, serta sarana rekreasi warga.

Yang Masih Bertahan dan Yang HilangLapangan Merdeka sebagai pusat kota dikelilingi bangunan-bangunan penting. Di antaranya adalah balaikota, gedung Bank Indonesia, Hotel De Boer, dan Kantor Pos Besar.