0811-608-1114 & 081269952111 Pin BB : 54149A82[email protected]

Martabak Mini Kue Khas Di Medan

selama ini masyarakat kota Medan selalu melihat kue martabak (martabak manis) yang berukuran loyang besar – kecil dan terdiri dari satu
bahkan berbagai campuran rasa di dalam satu martabak. Selain itu, martabak yang dibeli juga untuk dibawa pulang, karena sang empunya martabak tidak memiliki cafenya.

Hal-hal demikianlah yang memberikan motivasi bagi Venny Junafiah yang kerap mendengar keluhan dari beberapa temannya untuk menciptakan suatu kreasi makanan baru bagi kota Medan.

Setelah berembuk bersama sang suami, akhirnya setelah memiliki pangsa pasar yang cukup, serta modal yang terbilang besar yaitu sekitar Rp 100.000 Juta,
sembari tetap berjualan secara online di instagram @martabakmini_medan sejak November 2014 dan juga pesan antar (delivery),
Ibu satu anak ini akhirnya membuka cafe Martabak Mini Medan di Jalan Perjuangan Komplek Perjuangan Permai Kawasan Pancing, Medan.

Kondisi merintis tersebut dikatakan Venny telah mampu mencukupi biaya operasional kedai dan menggaji keempat karyawannya. Hingga kini juga,
Venny kerap mengisi beberapa event di Medan seperti di Franchoponie Unimed 2015, Medan International Coffee Festival 2015, juga di Aplaus Culinary Fair beberapa hari yang lalu.

Cerita Venny, selanjutnya, dia akan sering mengikutkan produk olahannya ke berbagai bazaar di Kota Medan.
Soalnya sudah ketagihan katanya sejak pertama kali bazaar sejenis juga dimasukinya ketika Imlek Fair 2015 di CBD Polonia yang bulan februari lalu
Selain itu, dia tetap mempublish gambar martabaknya di instagram pribadi (@martabakmini_medan), maupun terus meningkatkan kerja sama dengan berbagai jasa akun instagram di Medan
untuk membantu pemasarannya.

“Saya membuka outlet ini hanya satu di lokasi ini. Awalnya di depan rumah sejak November 2014, sembari tetap jalankan usaha online juga renovasi rumah. Setelah selesai,
rumah ini saya jadikan cafe martabak dan saya juga tetap aktif berpromosi di berbagai event,” tutur wanita lulusan jurusan Akuntansi STMIK Mikroskil tersebut.

Katanya juga, awalnya dia memakai metode pemasaran dari mulut ke mulut kepada teman-teman kampus, maupun teman-teman kerjanya dulu. Malah katanya,
ada beberapa bank yang kerap memesan sampai 200 pieces martabak mini aneka rasa tersebut. Dari pemesan perorangan, banyak juga yang sudah menjadi langganan tetapnya.
Hingga kini diakuinya, walaupun baru 3 bulan berjalan, dia mendapat omset mencapai Rp 20-30 Juta per bulan.

“Sejauh ini, dari kesemua metode tersebut, saya mendapatkan pesanan yang lumayan banyak dari ibu-ibu rumah tangga, maupun pekerja yang tak bisa keluar kantor.
Makanya saya juga menyediakan jasa delivery,” katanya lagi.

Menurut pelanggan, kata Venny, mereka menyukai martabak ini karena terdiri dari bermacam rasa dan harganya juga terjangkau,
yaitu berkisar antar Rp 12.000-Rp 30.000 per 4 potong di dalam satu kemasan, tergantung isi (topping) martabaknya, meliputi topping coklat keju maupun ovamaltine.
Terbaru, Venni membuat martabak eskrim, lengkap dengan corongnya. Bila suka, bisa dibentuk seperti boneka.

Karena baru beberapa bulan berjalan tutur Venny, dia ingin berkonsentrasi dengan satu toko di sini dulu.
Bila telah kembali modal dan cukup modal lagi, dia siap bersaing dengan produk olahan martabak sejenis.
Dikatakannya, dia cukup percaya diri dengan motode promosi, maupun martabak mini aneka rasa yang tentunya juga bisa dikreasikan gambar di atasnya sesuai permintaan pelanggan