0811-608-1114 & 081269952111 Pin BB : 54149A82zoyarentalmobil@gmail.com

Pengenalan Sistem Kelistrikan Mobil

Pengenalan Sistem Listrik Pada Mobil

Sistem kelistrikan terkait dengan seluruh sistem yang bekerja pada sebuah mobil. Mesin mobil dihidupkan oleh baterai (aki) dan starter. Energi yang dihasilkan oleh sistem pengisian digunakan untuk menggerakkan alternator (generator), yaitu komponen yang mengubah energi mekanik menjadi arus listrik bolak balik (AC). Arus AC ini kemudian harus diubah menjadi arus listrik searah (DC), yang akan digunakan dalam sistem kelistrikan mobil. Jika baterai telah terisi listrik, alat-alat tambahan seperti lampu mobil, indikator, klakson, dan aksesori lainnya dapat berfungsi dengan baik.

Karena sistem kelistrikan memerlukan tegangan tertentu, maka mobil memerlukan sebuah regulator. Mobil konvensional dilengkapi dengan perangkat yang bisa diatur secara manual untuk menjalankan fungsi regulasinya. Sedang pada mobil modern, fungsi regulasi dilakukan oleh komputer. Selain itu, regulator juga berfungsi untuk menghambat aliran arus yang berlebihan pada baterai jika isi baterai telah penuh. Untuk mendukung kerja itu, sebuah regulator memiliki tiga macam relai : relai voltase untuk mengontrol arus listrik keluar, dan relai cut out untuk mencegah arus balik dari baterai.

Pada sistem kelistrikan terdapat sekering, yang berfungsi untuk melindungi bagian mobil yang dihidupkan oleh energi listrik, agar tidak menanggung beban berlebihan. ketika terjadi gangguan pada sistem kelistrikan, sekering menjadi bagian yang paling awal rusak, sebelum perangkat lain yang dihidupkan atau digerakkan oleh arus listrik.

Fungsi Sistem Penerangan

Fungsi sistem penerangan adalah sebagai penerangan pada kendaraan untuk memberikan tanda-tanda kepada pengendara lain misalnya pada saat akan membelok maupun akan berhenti sehingga pengendara lain lebih aman. Selain itu, juga untuk memberikan indikator pada pengendara contoh lampu tanda belok kanan atau kiri sudah menyala, kondisi bahan bakar masih banyak atau sudah habis dan lain-lain, disamping itu juga untuk menambah kenikmatan saat berkendara.

Komponen Pembentuk Sistem Penerangan (Wiring Diagram)
Komponen Utama Pembentuk Wiring Diagram Antara Lain:

a. Baterai
Baterai berfungsi sebagai sumber energi listrik rangkaian.
Umumnya baterai pada kendaraan mempunyai tegangan 12 Volt

b. Fuse
Fuse berfungsi sebagai pengaman rangkaian dan komponen dari beban lebih / arus lebih.

c. Saklar / Switch
Saklar berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus atau mengendalikan rangkaian.

d. Load
Load yaitu pengguna energi listrik kemudian diubah ke energi lain. Misalnya energi listrik menjadi energi cahaya yaitu lampu, energi listrik menjadi energi bunyi yaitu klakson ,dsb

e. Kabel
Kabel berfungsi untuk menghubungkan antar komponen dan mengalirkan arus listrik.

f. Massa
Massa berfungsi untuk menghubungkan antar komponen dengan negatif baterai.

Komponen Bantu Pembentuk Wiring Diagram Antara Lain:

a. Konektor
Konektor berfungsi sebagai penyambung antar kabel.

b. Sepatu Kabel
Sepatu kabel berfungsi sebagai penyambung antar kabel dengan komponen.

c. Baut Massa
Baut Massa berfungsi untuk menghubungkan kabel negatif dengan body kendaraan.

d. Pelindung Komponen
Pelindung Komponen berfungsi untuk melindungi komponen dari kerusakan atau hubungsingkat / kongslet.

Komponen Tambahan Dalam Wiring Diagram Antara Lain:

a. Relay
Relay adalah sebuah saklar elektronik yang dapat dikendalikan dari rangkaian elektronik lainnya.

Macam macam Relay:
a. Relay 4 Kaki Normaly Open.
b. Relay 4 Kaki Normaly Closed.
c. Relay Double Throw.

b. Flasher Unit
Flasher Unit digunakan untuk mengedipkan lampu tanda belok dan lampu hazard secara interval.
Flasher Unit ada dua jenis yaitu:
1. Jenis Electronic
Flasher ini terbuat dari rangkaian electronic / semiconductor.
2. Jenis Bimetal
Flasher ini terbuat dari bimetal.

c. Saklar Kombinasi
Saklar kombinasi yaitu saklar yang mengendalikan instalasi penerangan dan tanda pada kendaraan bermotor. Instalasi tersebut adalah:
•    Kelompok lampu kota, tail lamp, plat nomor, dan iluminasi.
•    Kelompok lampu kepala, blitz, dan indikator lampu jauh.
•    Kelompok lampu hazard, sein, dan indikator lampu sein.
•    Klakson.
•    Wiper dan Washer.

Macam Macam Saklar Kombinasi:

1.    Saklar Kombinasi yang Mengendalikan Lampu Kota dan Lampu Kepala

2.    Saklar Dimmer dan Blitz.
Saklar dimmer mengendalikan lampu kepala jauh atau pendek. Sedangkan sakelar blitz mengendalikan lampu blitz (tembak). Lampu kepala dikendalikan oleh dua saklar yaitu saklar kombinasi dan saklar dimmer. Sedangkan Lampu blitz dapat dioperasikan kapan saja tanpa harus menyalakan lampu lain.

3.    Saklar Lampu Hazard dan Sein.

4.    Saklar Klakson (Horn)
Saklar yang berfungsi untuk mengendalikan klakson. Saklar ini merupakan pengendali negatif dengan jenis sakelar tekan.

Main Switch

Main Switch ( saklar utama ) disebut juga dengan switch kontak / ignition switch.
Hubungan Antar Terminal Pada Main Switch:
Rangkaian Sistem Penerangan
a. Lampu Rem
b. Lampu Mundur
c. Klakson ( Horn ) : Cara kerja system klakson jika tombol klakson ditekan maka arus dari baterai mengalir ke sekering kemudian ke kumparan relay sehingga kumparan akan timbul kemagnetan dan menghubungkan kontak pada relay, kemudian arus diteruskan ke saklar lalu ke massa. Dengan demikian arus dari baterai akan mengalir ke klakson, sehingga klakson akan bekerja/berbunyi.
d. Lampu Kota
e. Lampu Kepala
f. Lampu tanda belok dan hazard
Sistem lampu tanda belok berfungsi untuk memberi isyarat pada kendaraan yang lain bahwa pengendara bermaksud untuk belok. Sedangkan sistem lampu hazard berfungsi untuk memberi isyarat keberadaan kendaraan dari bagian depan, belakang dan kedua sisi selama berhenti, parkir atau dengan kata lain digunakan kendaraan pada saat darurat. Cara kerja sistem lampu tanda belok adalah : Arus mengalir dari bateraikekunci kontak, flasher, saklar lampu dan dari saklar lampu ke lampu tandabelok dan lampu indikator sehingga salah satu lampu tanda belok akan berkedip. Cara kerja lampu tanda bahaya adalah : Bila saklar lampu tanda bahaya pada posisi ON, maka arus akan mengalir ke IG kunci kontak, sekering, flasher, dan saklar lampu hazard lalu diteruskan ke lampu, maka keduanya akan menyala.

Analisa Gangguan Sistem Penerangan
Berikut ini beberapa gangguan yang sering terjadi pada sistem penerangan:
a.    Sumber tegangan berkurang, penyebabnya:
•    Habis.
•    Drop tegangan.
b.    Open circuit, penyebabnya:
•    Kabel putus.
•    Sambungan kendor.
c.    Over load, penyebabnya:
•    Pemakaian daya yang berlebihan.
•    Konsleting.
d.    Komponen rusak.
e.    Kesalahan rangkaian.

Untuk mendeteksi gangguan-gangguan diatas dibutuhkan alat diantaranya:
a.    Avometer (Multimeter).
b.    Test Lamp (Test Light).
c.    Jumper Wire.

Hal yang menjadi pertimbangan ketika anda berkunjung ke kota Medan adalah mencari rental mobil di Medan yang menyediakan berbagai jenis mobil dengan supir yang siap menghantar anda ke tempat tujuan wisata.