0811-608-1114 & 081269952111 Pin BB : 54149A82[email protected]

Sejarah Berdirinya Kota Medan

Kota Medan adalah salah satu destinasi yang banyak dikunjungi.  Hal yang menjadi pertimbangan adalah rental mobil Medan. Perusahaan sewa mobil zoya merupakan pilihan terbaik rental mobil di Medan.  Berikut ini sejarah berdirinya kota Medan.

Zaman dahulu Kota Medan ini dikenal dengan nama Tanah Deli dan keadaan tanahnya berawa-rawa kurang lebih seluas 4000 Ha. Beberapa sungai melintasi Kota Medan ini dan semuanya bermuara ke Selat Malaka. Sungai-sungai itu adalah Sei Deli, Sei Babura, Sei Sikambing, Sei Denai, Sei Putih, Sei Badra, Sei Belawan dan Sei Sulang Saling/Sei Kera.

kantor pos medan
Pada mulanya yang membuka perkampungan Medan adalah Guru Patimpus lokasinya terletak di Tanah Deli, maka sejak zaman penjajahan orang selalu merangkaikan Medan dengan Deli (Medan–Deli). Setelah zaman kemerdekaan lama kelamaan istilah Medan Deli secara berangsur-angsur lenyap sehingga akhirnya kurang popular. Dahulu orang menamakan Tanah Deli mulai dari Sungai Ular (Deli Serdang) sampai ke Sungai Wampu di Langkat sedangkan Kesultanan Deli yang berkuasa pada waktu itu wilayah kekuasaannya tidak mencakup daerah diantara kedua sungai tersebut.
Secara keseluruhan jenis tanah di wilayah Deli terdiri dari tanah liat, tanah pasir, tanah campuran, tanah hitam, tanah coklat dan tanah merah. Hal ini merupakan penelitian dari Van Hissink tahun 1900 yang dilanjutkan oleh penelitian Vriens tahun 1910 bahwa disamping jenis tanah seperti tadi ada lagi ditemui jenis tanah liat yang spesifik. Tanah liat inilah pada waktu penjajahan Belanda ditempat yang bernama Bakaran Batu (sekarang Medan Tenggara atau Menteng) orang membakar batu bata yang berkwalitas tinggi dan salah satu pabrik batu bata pada zaman itu adalah Deli Klei.
Mengenai curah hujan di Tanah Deli digolongkan dua macam yakni : Maksima Utama dan Maksima Tambahan. Maksima Utama terjadi pada bulan-bulan Oktober s/d bulan Desember sedang Maksima Tambahan antara bulan Januari s/d September. Secara rinci curah hujan di Medan rata-rata 2000 pertahun dengan intensitas rata-rata 4,4 mm/jam. Menurut Volker pada tahun 1860 Medan masih merupakan hutan rimba dan disana sini terutama dimuara-muara sungai diselingi pemukiman-pemukiman penduduk yang berasal dari Karo dan semenanjung Malaya. Pada tahun 1863 orang-orang Belanda mulai membuka kebun Tembakau di Deli yang sempat menjadi primadona Tanah Deli. Sejak itu perekonomian terus berkembang sehingga Medan menjadi Kota pusat pemerintahan dan perekonomian di Sumatera Utara.
Pada awal perkembangannya merupakan sebuah kampung kecil bernama “Medan Putri”. Perkembangan Kampung “Medan Putri” tidak terlepas dari posisinya yang strategis karena terletak di pertemuan sungai Deli dan sungai Babura, tidak jauh dari jalan Putri Hijau sekarang. Kedua sungai tersebut pada zaman dahulu merupakan jalur lalu lintas perdagangan yang cukup ramai, sehingga dengan demikian Kampung “Medan Putri” yang merupakan cikal bakal Kota Medan, cepat berkembang menjadi pelabuhan transit yang sangat penting. Semakin lama semakin banyak orang berdatangan ke kampung ini dan isteri Guru Patimpus yang mendirikan kampung Medan melahirkan anaknya yang pertama seorang laki-laki dan dinamai si Kolok. Mata pencarian orang di Kampung Medan yang mereka namai dengan si Sepuluh dua Kuta adalah bertani menanam lada. Tidak lama kemudian lahirlah anak kedua Guru Patimpus dan anak inipun laki-laki dinamai si Kecik. Pada zamannya Guru Patimpus merupakan tergolong orang yang berfikiran maju. Hal ini terbukti dengan menyuruh anaknya berguru (menuntut ilmu) membaca Alqur’an kepada Datuk Kota Bangun dan kemudian memperdalam tentang agama Islam ke Aceh.
Penduduk kota Medan sendiri beragam suku dan dari berbagai daerah, hal ini terjadi karena terjadinya migrasi besar-besaran ke kota Medan. Ada dua gelombang migrasi yang paling diingat yang menandai keberagaman suku yang ada di kota Medan. Yang pertama adalah pemerintah Belanda yang mendatangkan orang Tionghoa dan Jawa menjadi kuli perkebunan. Kemudian yang kedua adalah ketika orang Mandailing, Minangkabau dan Aceh datang ke kota Medan namun untuk berdagang, menjadi ulama dan guru. Nah, sekarang kota Medan telah menjadi kota terbesar ketiga di Indonesia, dengan berbagai pembangunan di sana-sini. Kendaraan pun semakin banyak yang akhirnya sedikit demi sedikit membuat kota Medan menghadapi masalah baru yakni: kemacetan. Hal ini disebabkan oleh tidak memadainya pembangunan jalan yang seharusnya mengikuti jumlah kendaraan. Berbicara soal kendaraan, Anda yang berkunjung ke kota Medan akan menemui hal yang unik yakni becak motornya. Becak bermotor ini bisa Anda temui di seluruh penjuru kota Medan dan memang didesain agar mudah ‘dibawa kemana saja’. Desain becaknya adalah pengemudi berada di samping bukan di belakang becak motor tersebut (seperti kebanyakan becak di tanah Jawa).

Sejak itu Kota Medan berkembang semakin pesat. Berbagai fasilitas dibangun. Beberapa diantaranya adalah Kantor Stasiun Percobaan AVROS di Kampung Baru (1919), sekarang RISPA, hubungan Kereta Api Pangkalan Brandan – Besitang (1919), Konsulat Amerika (1919), Sekolah Guru Indonesia di Jl. H.M. Yamin

menara

sekarang (1923), Mingguan Soematra (1924), Perkumpulan Renang Medan (1924), Pusat Pasar, R.S. Elizabeth, Klinik Sakit Mata dan Lapangan Olah Raga Kebun Bunga (1929). Untuk bangunan-bangunan di kota Medan sendiri masih menyisakan arsitektur bangunan khas Belanda. Anda bisa mengunjungi beberapa tempat tersebut yang masih bergaya khas Belanda, seperti Kantor Pos MedanMenara Air Tirtanadi yang adalah ikon kota Medan, Gedung Balai Kota Lama dan Titi Gantung serta tempat-tempat lainnya. Menara Air Tirtanadi berada di Tengah-tengah Kota Medan.

Secara historis perkembangan Kota Medan, sejak awal telah memposisikan menjadi pusat perdagangan (ekspor-impor) sejak masa lalu. sedang dijadikannya medan sebagai ibukota deli juga telah menjadikannya Kota Medan berkembang menjadi pusat pemerintah. sampai saat ini disamping merupakan salah satu daerah kota, juga sekaligus sebagai ibukota Propinsi Sumatera Utara. Selain itu Kota Medan memiliki banyak hal yang bisa kita nikmati baik dari segi kuliner, cuci mata dan ada banyak destinasi wajib yang harus dikunjungi di sini.
Anda bisa menghubungi rental mobil di Medan yaitu zoya rent car medan melalui contact person (Rony) 08116081114/081269952111 atau lewat email ([email protected]).