0811-608-1114 & 081269952111 Pin BB : 54149A82[email protected]

Sup Kambing Langkat Menu Kuliner Baru Medan

Beraneka ragam menu kuliner banyak disajikan di Kota Medan, berbicara tentang kuliner, Kota Medan sendiri memang dapat dikatakan sebagai surga kuliner sehingga tak jarang bila ada
pelancong (wisatawan) ke Medan, pasti mencari makanan khas Kota Medan.

sup kambing langkat di medan

Pernah terdengar sebelumnya, selain Bika Ambon dan Bolu Meranti, Kota Medan terkenal dengan Soto Tembakau Deli. Namun semakin ke sini, semakin banyak makanan yang hadir di Medan di berbagai macam lokasi.  Atas dasar ingin menambahkan wisatawan baik domestik maupun mancanegara ini pulalah yang menyebabkan Herlina membuka usaha warung Sup Kambing Datuk yang terletak di Jalan Gagak Hitam, tepat di dekat Hotel Grand Jamee kawasan Ringroad Medan.

Herlina mengatakan, usaha warung yang dibukanya memang sempat dibuka di Tebing Tinggi. Namun, sejak 6 tahun, tanpa cabang, warung sup kambing datuk ini hanya beroperasi di Kota Medan. Sempat pun dibuka di cabang lain, namun karena kesalahan teknis, sehingga Herlinapun menutupnya. Kini, dia hanya berkonsentrasi dengan satu warung saja.

Sebelumnya di tahun 2008, dia hanya berani mengeluarkan modal dari 2 kilogram daging kambing. Alasannya, karena masih perkenalan. Namun sekarang, dia mampu menghabiskan 10 kilogram daging kambing, 100 kaki kambing, dan 4-5 kepala kambing dengan omset sekitar Rp 7 Juta setiap harinya. Ini disebabkan permintaan yang semakin ramai. Menurut dia, warungnya selalu dipadati pengunjung yang suka akan makanan
olahan berbahan dasar Kambing seperti Sup daging Kambing, Sup kaki Kambing, Kari Kambing, hingga sup kepala Kambing.

Ketika baru kami buka di Medan setelah pindah dari kota Tebing Tinggi, karena belum dikenal, juga agak mandeg. Namun, sering berjalannya waktu, Alhamdulillah sekitar tahun 2010, sudah semakin ramai sampai saat ini. Spesifiknya di sini memang aneka masakan olahan berbahan dasar kambing.  Walaupun ada makanan lain dari bahan sapi dan ayam, tapi sup kambing yang paling diminati pelanggan,” ujarnya.

Menurutnya, resep ini adalah resep asli orang melayu langkat. Makanya didominasi oleh banyaknya rempah yang digunakan. Perpaduan rempahlah yang menjadikan rasanya menjadi kuat serta diimbangi dengan kuahnya yang kental karena berasal dari campuran antara wortel dan tomat, sehingga warnanya agak kemerahan adalah merupakan magnet bagi pengunjung.

Ditambah lagi dengan kelembutan daging kambingnya, yang setelah diolah sedemikian rupa sehingga mampu menghilangkan bau kambingnya sendiri. Tak lupa, seperti sup kebanyakan, sup kambing datuk ini juga dilengkapi dengan wortel dan kentang yang dikatakan Herlina, berguna untuk menetralisir kolesterol. “Karena cita rasa tadilah, alhamdulillah pengunjungnya ramai. Kadang sampai pukul 00.00 wib waktu kami mau tutup, pengunjung juga ada yang baru datang,”ujarnya kemudian.

Pengunjung yang datang ke warungnya sejauh ini juga didominasi oleh orang biasa. Namun ada juga dari kalangan pejabat dan dokter. Rata-rata, setalah makan sekali, mereka pasti kembali ke Warungnya lagi. Seperti yang dikatakan salah satu pengunjung setia yang juga mengikuti pindahnya warung ini dari Tebing Tinggi ke Medan.

“Sup kambing di sini sangat berbeda dari sup kambing kebanyakan. Kekentalan kuah serta bau kambing yang tak tercium lagi
menjadikan sop kambing ini sempurna di lidah saya,” ucap salah satu pengunjung. Dikatakan Herlina lagi, dia berharap suatu saat dapat menambah koleksi kuliner kota Medan.

Maka dari itu, disebabkan dari melihat perkembangan penjualan yang sudah begitu pesat, dia ingin segera merealisasikan niatnya
sejak beberapa saat lalu untuk membuka cabang dan menjadi ikon kuliner terkenal di Medan.