0811-608-1114 & 081269952111 Pin BB : 54149A82[email protected]

Wisata Medan Rohani Ke Kota Tarutung

Kota Tarutung merupakan bagian dari kota-kota di Provinsi Sumatera Utara, ada banyak keunikan di kota Tarutung selain di Medan. Anda bisa sewa mobil Medan menuju kota Tarutung yang memakan waktu kurang lebih 6 jam dari Medan atau 5 jam dari bandara kualanamu (deli serdang). Zoya menyediakan berbagai jenis mobil rental di Medan dengan supir yang berpengalaman siap mengantar anda ke kota Tarutung.

kota tarutung

Sejarah singkat mengenai kota Tarutung

Tarutung berasal dari kosakata bahasa batak yang berarti durian. Nama ibukota Kabupaten Tapanuli Utara ini berasal dari sebuah pohon durian yang terletak di jalan Sisingamangaraja tak jauh dari Kantor Bupati Tapanuli Utara. Pohon durian ini menjadi salah satu situs wisata di Tarutung. Menurut prasasti di depannya yang berangka 1877, pohon durian ini ditanam Belanda tahun 1877 seiring dimulainya aktivitas perdagangan di lokasi tersebut.

Sebelumnya, masyarakat mengadakan perjanjian dagang dan transaksi di Desa Saitnihuta.Aktivitas perdagangan Saitnihuta dimulai awal tahun 1800-an di sekitar pohon beringin yang tumbuh di tengah perkampungan. Tempat itu disebut onan sitahuru (pasar barter) Saitnihuta karena pada waktu itu perdagangan dilakukan dengan system barter. Perdagangan di onan sitahuu Saitnihuta terhenti setelah meletus Parang Paderi (1816-1833)

Pasca penyerangn pasukan Paderi, kehidupan di Rura Silindung lembah indah seluas 389,80 km2 yang membentang sepanjang wilayah Sipoholon,Tarutung, Siatas barita – perlahan berjalan normal. Bersamaan dengan itu kolonial Belanda mulai menguasai Natal, Mandailing, Barumun, Padangbolak, Angkola, Sipirok, Barus, Sibolga, dan terus bergerak ke Tanah Batak Utara (Silindung, Humbang, Toba, Samosir).Di masa pendudukan Belanda ini, zebding (penyebaran agama Kristen) mulai memasuki Tanah Batak. Ingwer Ludwig Nommensen asal Jerman adalah misionaris yang berhasil menjalankan misi zending di Tanah Batak dan digelar Rasul Batak. Pada 20 Mei 1864 dia menyelesaikan pembangunan sebuah bangunan di Desa Saitnihuta yang kemudian menjadi gereja pertama di Tanah Batak.Tanggal 29 Mei 1864 digedung itu Nommensen mengadakan kebaktian minggu pertama. Gereja yang kemudian menjadi Gereja HKBP Dame Saitnihuta masih berdiri sampai sekarang dan menjadi salah satu tujuan wisata di Tarutung.

Tahun 1876 Belanda berhasil menganeksasi Tarutung dan memasukkannya ke dalam wilayah Residen Sibolga. Belanda membangun tangsi militer dan di masa inilah aktivitas perdagangan yang semula dilakukan di onan sitahuru Saitnihuta mulai diadakan di lokasi tumbuhnya pohon durian asal muasal nama Tarutung. Di depan tangsi, wisatawan dapat mengunjungu Tugu Sisingamangaraja XII yang merupakan bekas makam Sisingamangaraja XII sebelum dipindahkan ke Balige.

pemandian air soda tarutung

Kota Tarutung bisa dijadikan wisata rohani Medan untuk yang beragama Kristen karena Tarutung memiliki histori/nilai agama yang tinggi. Selain wisata rohani Medan juga terdapat objek wisata lain yaitu pemandian air soda Parbubu, permandian air panas Hutabarat, gua Natumandi, dan sungai Sigeaon.