0811-608-1114 & 081269952111 Pin BB : 54149A82[email protected]

Wisata Patung Sigale Gale Di Tomok

Ketika Anda mengunjungi rumah adat Batak di desa Tomok, Anda akan menemukan sebuah patung Sigale-sigale di depan rumah Bolon. Sigale-gale sendiri sudah cukup dikenal oleh masyarakat luas sebagai boneka kayu yang digerakkan untuk menari. Zoya rental mobil medan mengajak Anda untuk berkunjung wisata menarik melihat pertunjukkan patung sigale-gale yang kononnya patung ini digerakkan oleh kekuatan mistik. Berikut penjelasan dari rental mobil di Medan mengenai keunikan dari patung sigale-gale.

tari sigale gale

Pertunjukkan tarian boneka sigale-gale sudah sangat langka. Konon, jumlah boneka Sigale-gale ini hanya tinggal beberapa saja. Untungnya, hingga kini Sigale-gale belum punah, dan desa Tomok merupakan satu tempat dimana tari Sigale-gale ini masih terus dilestarikan.

Ada berbagai cerita dibalik boneka Sigale-gale, salah satunya berkisah tentang Sigale-gale yang dulunya merupakan anak seorang raja. Sebagai putra tunggal Raja Rahat, dia merupakan satu-satunya penerus keturunan. Konon cerita, dia dianugerahi ketampanan sebagai seorang putra raja. Suatu ketika, sang putra raja mengalami sakit keras hingga akhirnya meninggal. Kematian Sigale-gale ini menyebabkan Raja hilang kendali atas dirinya dan mengalami gangguan jiwa.

Seorang tabib mengatakan bahwa raja sakit karena rindu yang teramat dalam kepaga putra semata wayangnya. Demi mengobati sang raja, tabib tersebut mengusulkan untuk dibuat suatu upacara di kerajaan tersebut dan memahat sebuah kayu yang menyerupai wajah anaknya Sigale-gale. Dalam upacara itu, tabib memanggil roh Sigale-gale dan rohnya tersebut dimasukkan ke dalam boneka kayu tersebut. Kemudian boneka kayu tersebut menari (manortor: bahasa Batak) dengan iringan khas musik Batak Toba. Boneka yang berisikan arwah Sigale-gale tersebut menari selama tujuh hari tujuh malam. Pada hari kedelapan, boneka tersebut pun berhenti menari.

Demikian latar belakang adanya tarian Sigale-gale dari Zoya Rental Mobil Medan, saat ini boneka yang ada hanyalah replika saja. Pertunjukkan yang sekarang masih bisa disaksikan oleh para pengunjung pun tidak lagi menari sendiri secara mistik diiringi musik Batak, seperti yang dulu. Kini boneka Sigale-gale digerakkan oleh orang supaya menari layaknya manusia. Namun, pertunjukkan boneka ini memang tetap menarik dan menghibur. Boneka ini memiliki tinggi satu setengah meter (1,5 m) diberi kostum tradisional Batak.